Archive for the 'artikel kenari' Category



PENGARUH INDUK BETINA DALAM BERTERNAK KENARI

Oleh : Kian Sing

1BathDispute

Beberapa minggu yang lalu saya membaca literatur luar negeri tulisan seorang yuri kenari, Mr. Tell Muhlestein. Saya kira bacaan ini perlu saya terjemahkan dan dibagikan ke hobiis burung kenari di tanah air, khususnya para peternak yang mendalami teknik berternak untuk mendapatkan kenari penyanyi (selanjutnya saya sebut kenari) yang baik. Pertama kali saya tertarik dengan judulnya yaitu “Female’s Influence on the Roller Canary Song” karena disebutkan sebagai Kenari jenis Roller, walau jenis nyanyiannya berbeda dengan kenari Indonesia tetapi pada dasarnya adalah tipe kenari yang dipelihara untuk didengarkan kicauannya, sama seperti kenari di Indonesia.

Banyak peternak yang tidak memahami arti penting seekor burung betina, karena individu betina tidak berkicau sehingga tidak terlihat apakah kenari tersebut sebagai pembawa gen penyanyi yang baik atau tidak. Secara genetis terbukti bahwa kenari betina berpotensi sebagai induk yang akan menentukan kualitas nyayian anakannya.

day06Beberapa peternak membeli kenari jantan yang bagus untuk dijodohkan dengan seekor kenari betina, dengan tujuan untuk mendapatkan anakan yang berjenis kelamin jantan yang berkualitas bagus seperti bapaknya. Seringkali peternak akan mengatakan bahwa „Betinanya tidak cocok dengan si jantan!“ karena anakan yang dihasilkan yang berjenis kelamin jantan tidak berkualitas bagus seperti bapaknya. Peternak tersebut menjadi putus asa dan akhirnya menjual seluruh anakan dari betina tersebut, tanpa menyadari bahwa anakan yang berjenis kelamin betina yang ikut terjual sebenarnya membawa potensi yang bagus untuk menghasilkan anakan jantan yang bagus di masa depan.

Burung berjenis kelamin betina mempunyai kromosom Z W yang berperan penting untuk menentukan jenis kelamin anakannya. Burung betina akan menghasilkan anakan yang berjenis kelamin betina dengan meneruskan kromosom W dan menghasilkan anakan berjenis kelamin jantan dengan meneruskan kromosom Z. Dengan meneruskan kromosom Z ke keturunan yang berjenis kelamin jantan berarti betina tersebut mewariskan nyanyian indah yang berasal dari „ayah si betina“ ke anak jantannya.

Untuk memperbaiki garis keturunan yang bagus/menghasilkan anakan yang bagus, maka diperlukan seekor kenari jantan yang berkualitas bagus. Hasil perkawinan betina dengan pejantan yang bagus tidak selalu dapat menghasilkan anakan berjenis kelamin jantan yang hebat seperti ayahnya. Akan tetapi anakan yang berjenis kelamin betina yang berasal dari pejantan yang bagus mempunyai potensi sebagai induk yang baik untuk menghasilkan pejantan yang bagus, meskipun saudaranya mungkin jelek.

Banyak peternak kenari yang tidak memberi kesempatan pada betinanya untuk memperbaiki garis keturunannya. Ketika kenari betina menghasilkan keturunan seekor kenari jantan yang mempunyai kualitas nyanyian yang jelek, hal ini tidak berarti bahwa betina tersebut tidak mempunyai potensi untuk menghasilkan keturunan yang baik. Semua kenari, baik yang berjenis kelamin jantan ataupun betina, pasti membawa gen yang baik atau buruk. Sebagai contoh, di dalam sebuah sarang dengan 4 anakan akan memiliki kualitas yang berbeda-beda, mungkin hanya satu atau dua ekor anakan tersebut yang bagus kualitas suaranya, dan yang lainnya mungkin memiliki kualitas suara yang cukup atau bahkan jelek.

jodoh1

Sifat-sifat dari nenek moyangnya berperan penting dalam proses menghasilkan keturunan. Sebagai contoh: individual yang hebat mungkin dapat menghasilkan anakan yang berkualitas jelek, akan tetapi harus diingat bahwa individu betina mewarisi kromosom Z yang berasal dari bapaknya yang membawa kualitas nyanyian yang bagus atau buruk. Sangatlah bijaksana bila peternak memilih kenari betina bukan dari kualitas nyanyian saudaranya tetapi dari kualitas nyanyian bapaknya.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa kota Roma tidak dibangun dalam satu hari, hal ini memberikan pengertian bahwa untuk mendapatkan keturunan kenari dengan kualitas kicauan yang hebat tidak dapat dihasilkan dari hasil sekali penjodohan atau beternak dalam semusim. Peternak yang baik mempunyai tujuan dan rencana waktu penjodohan. Memperbaiki kualitas burung di peternakannya, haruslah menjadi tujuan utama seorang peternak, untuk itu dia harus membuat pilihan yang bijaksana dalam menentukan jenis/ras apa yang akan digunakan untuk memperbaiki mutu. Kemudian dia harus bersabar untuk melanjutkan beberapa keturunan sampai dia menemukan garis keturunan yang benar atau dirasa cocok dan terus berkonsentrasi sampai diperlukannya lagi individu baru untuk memperbaiki keturunan. Seorang peternak yang baik tentu saja mempunyai beberapa pilihan penjodohan untuk perbaikan mutu, untuk penjodohan yang akan datang.

sumber  http://kicaumania.org

Tip Ringan Breed Kenari Pemula

nelorHalo… salam hangat kicau mania kusus nya kenari mania….. saya akan membagi pengalaman saya seputar beternak kenari untuk pemula (karena  saya sendiri juga pemula) ,beradasarkan pemgalaman saya…

Pertama2 kita sebagai pemula harus tau tujuan utama kita dalam beternak kenari tersebut,supaya akhir dari tujuan tersebut tidak rancau…. yg saya maksud adalah kita beternak kenari untuk:

1. body

2. warna

3. suara

4. atau perpaduan antara ke tiganya body,suara dan warna..
Setelah kita tahu tujuan kita..maka kita mencari bibit/indukan yg akan kita maksud…(pengalaman saya tentang suara dan body,warna saya tidak) maka saya berbagi tips tentang suara dan body…

karena saya maen tentang suara dan body saya mencari indukan yg kira2 mempunyai suara keras dan untuk body saya mencari body yg bagus…. untuk suara menurut saya ada YS,Landcaster,norwich,dan border untuk suara yg keras (mungkin ada yg laen bisa di tambahkan)…itu untuk pejantannya…. sedang untuk betinanya itu yg menjadi kendala saya sebagai bread..karena untuk mencari betina `cetak` sangat susah…. yg di maksud `cetak` disini adalah betina yg bisa menurunkan seperti yg kita mau..mis warna betina tsb bisa mencetak warna2 dari pejantan atau betina tsb,untuk cetak body juga begitu,begitu pula untuk mencetak suara…..sedang kan kita tidak bisa mengetahui apakah betina itu cetak atau tidak….karena belum tentu betina dengan warna, body, atau trah suara yg bagus mau menurunkan seperti itu…. saya solusinya,apabila kita serius dan mencetak kwalitas bukan kwantitas kita harus rela korban mencari banyak betina….(saya habis 50ekoran betina dan hanya mendapat 1 yg saya inginkan)… Karena kalau kita menilik dari MIS; trah suara bagus kemungkinan besar kita akan mendapat anakan dengan kwalitas suara bagus..tapi itu belum pasti karena…sebagai contoh seorang pria denagn seorang wanita dengan suara yg bagus menikah apakah ada yg bisa menjamin bahwa besok anaknya pasti akan bersuara bagus….untuk body pun begitu…warna juga begitu….

sexing 

Nah menurut saya untuk betina bagi peternak pemula adalah yg harus dicari nomer 1 yaitu betina yg bisa :
1. mengerami telur dengan baik
2. mau meloloh anaknya dengan baik
3. dan apabila bertelur telur tersebut tidak sirr/ tidak di buahi

setelah mendapat betina tersebut kita tunggu hasil nya…apabila tidak seperti yg kita harapkan ganti dengan pejantan yg lain…apabila tetap begitu,,bagi saya itu bukan betina cetak… memang dalam beternak seperti yg saya alami tersebut butuh keuletan, ketelatenan, karena saya mencari seperti yg kita mau bukan asal beternak.

Dan dalam mencari betina seperti itu belum tentu diantara peternak mau melepas betina `cetak` tersebut… sedangkan untuk kita beli anakan betina adakah peternak yg bisa menjamin kalau itu besok bakal bisa menurun kan bagus….seperti contoh di TK (taman kanak-kanak) terdapat 40orang siswa,coba tanyakan kepada siapapun bisa tidak menjawab besok yg akan menjadi dokter siapa yg akan menjadi preman siapa yg akan mendaji sopir siapa…

male canaryHanya sebagai patokan untuk mencari betina adalah selera kita sebagai pembeli dan penjual akan menuntun kita baiknya yg mana….cuman kita hars punya patokan dulu…
patokan saya untuk indukan adalah :
Jantan:
1. tubuh/body seperti wortel dan propsional
2. mempunyai pen yg besar
3. mempunyai vol yg keras dan panjang
4. berbulu tipis
5. tidak cacat
6. apabila di lihat seperti ada punuk nya

Betina:
female canary1. tubuh/body yg proposional
2. mempunyai trah/keturunan yg jelas
3. berbulu tipis
4. tidak cacat
5. jng ke gemukan
6. apabila mau bunyi pilih lah yg ber vol keras

untuk betina kebanyakan apabila betina itu mempunyai body yg besar,akan lebih susah mengerami dan meloloh anak nya (bukan berarti tidak ada betina dengan ukuran besar yg bagus).

Nah itu semua pengalaman saya dalam beternak kenari….sebagian besar praktek2 saya di bantu dan di bimbing oleh guru kenari saya OM KIAN SING dari yogyakarta. dan di tulisan ini saya mengucapkan banyak terimakasih kepada OM KIAN SING yg sudah banyak memberikan bimbingan beternak dan memilih kenari yg benar…serta untuk perawatan obat2 an saya di bimbing oleh dr.budi dari kalasan

Apabila tulisan saya di atas ada banyak kekurangan saya mohon maaf.karena sekali lagi saya hanya pemula..dan ingin berbagi ilmu kepada sesama kicau mania kusus nya  kenari mania…dan dalam hal tulis menulis saya juga masih awam.

sekian dan terima kasih…semoga bermanfaat bagi kita semua…. apabila masih banyak kekurangan mohon untuk di tambahkan ,sehingga saya bisa lebih tau dan menambah pengalaman saya lagi.

R.Aris-Bumen BC

emon-2003@plasa.com

http://www.kicaumania.org

Tip Ringan Memilih Kenari untuk Kontes

roller1Kadang kita memelihara burung kenari dirumah hanya untuk didengar suara merdunya atau sambil melihat corak warna yang indah. Pernahkah terlintas dibenak kita, pada suatu saat kenari kita tsb dapat diturunkan dalam arena kontes ?

Kadang ada pendapat yang mengatakan kalo kita ingin main burung dikontes, carilah burung di arena kontes pula. Itu benar, dan sayapun setuju, tapi yang perlu diingat harga burung dikontes pasti mahal-mahal. Bagaimana dengan kita yang belum sanggup untuk mengeluarkan biaya yang mahal, tapi sudah ingin turun kontes ? terutama untuk kelas kenari.

Berikut tips2 ringan yang mungkin bisa membantu kita dengan modal yang terbatas tapi bisa mendapatkan kenari yang cukup andal dikontes:

1. Pilihlah Kenari Jantan (sdh berbunyi). Hal ini mutlak, dan tidak bisa diganggu gugat.

2. Perhatikan postur tubuh, tidak cacat, lincah, warna yang indah (kalo tidak ada, tidak apa2). Dan yang perlu diingat, kenari tidak boleh kegemukan, jika gemuk ia akan malas berbunyi.

3. Simaklah bunyi kenari tsb. Apakah lagunya bagus ? Panjang ? Nyaring (tebal) ?

yorkshire1Lagu: kalo kita belum terbiasa mendengarkan lagu kenari yang bagus, kita harus sering2 mendengarkan kenari rekan2 kita yang sdh juara dikontes (sebagai perbandingan). Kalo tidak ada pembanding, kita dengarkan saja dengan perasaan, apakah kita merasa terhibur dengan lagu yang didendangkan olh kenari tsb atau tidak.

Panjang: Lagu yang dilantunkan haruslah panjang, bervariasi, tidak dengan tiba2 putus ditengah lagu (harus ada ujung akhiran lagu yang enak)

Nyaring: Agak sulit mendengarkan suara kenari yang nyaring, jika tidak ada pembanding. Jika kenari yang akan dibeli bisa dipinjam/dites terlebih dahulu, maka sekali lagi bandingkanlah dengan kenari kontes rekan2 kita. Jika tidak bisa, coba perhatikanlah leher kenari yang akan dibeli saat berbunyi, apakah pada bagian lehernya akan menonjol kedepan. Jika ya, biasanya volume suaranya nyaring.

4. Perhatikan gaya kenari tsb saat bernyanyi.

Gaya: gaya yang baik jika saat bernyanyi kenari tsb menurunkan kedua sayapnya, bisa juga direntangkan, dan berjalan kekanan dan kekiri. Kadang ada kenari yang akan mengeluarkan gaya tersebut jika melihat kenari jantan yang lain. Oleh karena itu, kita perlu tes dengan kenari jantan lain.

lomba15. Lihat apakah selama berbunyi kenari tsb ngotot.

Ngotot: Biasanya kenari yang ngotot akan ikut berbunyi jika ada kenari jantan lain yang dilihatnya berbunyi. Jadi mereka akan saling bersahut2an/tidak mau kalah dalam berbunyi. Ada tips yang cukup terbukti utk melihat ke-ngotot-an seekor kenari. Coba bawalah/tes telebih dahulu kenari tsb dengan kenari rekan2 kita yang sudah juara, apabila saat dites kenari kita terlihat ngotot dengan kepunyaan rekan kita tsb, maka kenari kita tsb sdh bisa dibilang ngotot.

6. Harus mempunyai mental lapangan yang bagus.

Ini bagian yang tersulit dalam memilih kenari. Terkadang ada kenari yang sdh memenuhi syarat2 tsb diatas, tetapi tidak mempunyai mental lapangan. Sehingga saat di arena kontes kenari tsb tidak bekerja/berbunyi sesuai harapan. Hal inilah yang melatari perkataan saya, mengapa saya setuju dengan anggapan untuk membeli kenari kontes harus diarena kontes, karena kita disana sdh bisa melihat mental lapangan seekor kenari.

Namun mental lapangan bisa dibina al dengan cara:

Mengantungkan kenari kita ditempat yang sering dilewati orang dan kendaraan serta berisik. Seperti dipinggir jalan depan rumah. Sesering mungkin membawanya untuk berjalan-jalan jauh. Bisa saat latber atau ngetes dengan temen2 yang rumahnya jauh. Buatkanlah kandang umbaran, untuk stamina yang fit bagi burung.

Mungkin inilah tips2 yang bisa saya berikan kepada rekan2 sesama pecinta kenari, khususnya yang baru ingin bermain kenari. Mengapa saya beranikan menulis ini? Karena…..,saya dulu sering ketipu saat memilih kenari.

Tapi ingat, ini adalah dasar2 dalam memilih burung kenari kontes. Jadi, burung tidak akan langsung menjadi juara walaupun telah mengikuti tips ini. Perlu perawatan yang rutin yang sesuai dengan karakter burung kita. Saya juga mohon rekan2 kiranya dapat memberikan masukan dan tanggapan atas kekurangan tulisan ini, saya tunggu masukan dan tanggapannya……

Sumber :

Om Novian   link http://www.kicaumania.org

Memilih kenari berdasar katuranggan

lomba

Berikut ini saya sampaikan tips mengetahui gaya tarung dan beberapa sifat dari kenari berdasar katuranggan (ciri fisik yang terlihat dari luar). Tips ini saya peroleh Kamis (10/7/2008) malam dalam ngobrol lama dengan seorang sobat baru, Om Erik, yang sudah malang-melintang di dunia kenari. Salah satu kenari asuhannya, pernah menyabet juara kecil di Piala Raja. Dia dikenal sebagai salah seorang “head hunter” bakalan kenari. Dia juga perawat kenari “pemain besar” lomba kenari dari Jogja.Salah satu jagoannya, masih berusia 7 bulan, yang saya incar (incar karena nggak berani nawar karena nggak ada uang), mau dimahari Rp. 2,5 juta oleh pemain Jogja tetapi belum dilepas.

Gaya tarung kenari berdasar bentuk body dan kondisi sayap:Menurut dia, gaya tarung kenari bisa dikelompokkan dalam 3 jenis.

1. buka sayap turun ½ atau hanya turun sedikit, dengan kepala hanya menggelang-geleng kanan-kiri (yang disebutnya gaya Steve Wonder).

2. Gaya buka sayap turun penuh ke arah bawah, dengan model tarung sambil jalan kanan-kiri.

3. Gaya buka sayap ke arah depan, dengan model tarung sambil jalan kanan-kiri.

Gaya 1, biasanya dilakukan oleh kenari-kenari dengan body keseluruhan yang terlihat tidak proporsional dan, jika dalam keadaan normal/tidak beraksi, kedua sayap bertemu bersilangan membentuk gunting dan karenanya, jarak antra ujung sayap dengan pangkal ekor relatif jauh (tidak bersentuhan). Kalau dilihat dari atas bodinya terlihat seperti persegi panjang dengan perbandingan panjang: lebar = 3:1.

Gaya 2, biasanya dilakukan oleh kenari dengan body proporsional, panjang dan kalau dilihat dari atas bodinya terlihat seperti persegi panjang dengan perbandingan panjang: lebar = 4:1; ujung bulu kedua sayap sejajar ke arah belakang, lurus.

Gaya 3, sama dengan ciri pemilik gaya 2, denagn perbedaan pada sayap yaitu ujung bulu kedua sayap sejajar ke arah belakang tetapi agak turun jatuh (ngglembreh- Jawa).Cepat lambatnya kenari bunyi berdasar ketebalan bulu:

lomba1

1. Kenari dengan bulu tebal (yang dia istilahkan “bulu rangkap”) cenderung lama untuk bisa bernyanyi secara maksimal.

2. Kenari dengan bulu tipis (yang dia istilahkan dengan “bulu satu”) lebih cepat berbunyi dengan capaian lagu maksimal (punya Om Erik, kenari 7 bulannya yang sudah berprestasi di tiga arena lomba, berbulu tipis.Cepat lambatnya kenari bunyi berdasar warna dominan pada bulu:

1. Kenari yang memiliki warna dominan cerah (putih, kuning, orange) cenderung lama untuk bisa bernyanyi secara maksimal.

2. Kenari yang tidak memiliki warna dominan cerah (putih, kuning, orange) lebih cepat berbunyi dengan capaian lagu maksimal (punya Om Erik, kenari 7 bulannya berwarna bon dengan warna terbanyak (tetapi tidak terlihat dominan) hijau-kuning.Kelebihan dan kelemahan kenari berdasar ketebalan bulu:

1. Kenari berbulu tebal/rangkap lebih bisa membawakan lagu dengan cengkok yang terdengar lebih jelas ketimbang kenari berbulu satu/tipis karena dalam membawakan suara hanya sedikit ditingkahi dengan gaya (baik sayap, maupun jalan kanan-kiri).

2. Kenari berbulu tipis lebih lincah dan bisa bergaya dengan mengandalkan suara-suara tembakan.

 Bersambung

Salam,Duto

http://omkicau.com

MENCETAK KENARI INDONESIA

redbronze

Setiap hari kita selalu mendengar istilah-istilah kenari: lokal, impor, AF, F1, F2 dan lain sebagainya. Beberapa penghobi masih bingung dengan istilah “F” di sini. Istilah “F” ini secara kasar dapat dikatakan sebagai “keturunan”. Bila “F1” ya berarti “keturunan kesatu”, bila “F2” ya berarti “keturunan kedua”, demikian pula selanjutnya. Tetapi lain lubuk lain belalang, demikian pepatah berkata, di daerah lain “F2” mewakili kenari hasil perkawinan F1 dengan F1. Di Yogyakarta pada khususnya “F2” berarti kenari hasil perkawinan F1 dengan jenis indukan F1 tersebut. Misalnya betina F1, hasil perkawinan Yorkshire jantan dengan betina lokal, dengan Yorkshire. Pada kesimpulannya, sayapun juga bingung mana yang benar, mana yang salah. Akhirnya saya tidak terfokus pada istilah, tetapi saya berfokus pada mutu keturunan. Inipun saya anggap masih menjadi misteri, keturunan atau kenari jenis apakah yang cocok dengan lomba di tanah air. Tetapi beberapa jenis kenari hasil persilangan Yorkshire dengan lokal telah membuktikan prestasinya. Apakah kita akan berhenti di sini? Saya pribadi menjawab: Tidak Akan Pernah? Beberapa bulan terakhir ini saya berpikir perlunya darah atau dapat dikatakan jenis atau dalam bahasa inggrisnya disebut dengan istilah strain.

RedBronzeCanary1Kalau kita mengawinkan F1 jantan dengan F1 betina maka kita lihat anakannya ada yang besar dan ada yang kecil. Hal ini dikarenakan F1 bukanlah Final Strain! Saya sudah menulis di buletin ini, bagaimana orang Amerika menemukan jenis kenari baru yang mereka sebut American Singer Canary, hasil persilangan antara Border dan Harzer. Inilah maksud tulisan saya! Saya mengajak para peternak dan kenari mania di sini untuk menciptakan jenis baru yang cocok di Indonesia. Tentunya yang Final Strain, yang bila dikawinkan dengan sesama jenisnya akan menghasilkan anakan yang bodinya seimbang antara satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh kenari Yorkshire, bila dikawinkan dengan sesama Yorkshire maka akan dihasilkan Yorkshire yang ukuran bodinya telah dapat ditentukan.

Di lomba Indonesia dewasa ini dituntut lagu yang indah, volume yang keras, panjang napas yang mendukung, gaya yang menawan dan kerajinan bernyanyi. Penilaian saya kenari tersebut tidaklah berukuran BESAR, karena pengalaman mengatakan burung yang besar kurang rajin bernyanti. Sedangkan burung yang kecil kurang menawan dilihat dan para papburi mania menghakimi volumenya kalah dengan jenis yang lebih besar. Sehingga harusnya kenari ideal Indonesia adalah antara kenari jenis kecil dan jenis besar. Kita ketahui jenis kecil terbagi dari colorbred canary (masyarakat menyebutnya kenari holland, yang membuat saya bingung karena lahirnya di Indonesia alias pribumi tetapi warganegara holland dan kenari jenis tersebut adanya tidak hanya di Holland serta yang menemukannya juga bukan orang Holland!), Waterslager, Harzer, Lizard, Gloster, Taiwan, Fusan (Cina). Jenis besar dapat dikatakan terdiri dari: Yorkshire, Crested, Lancashire, Norwich, Border, Scotch Fancy, Belgi Bossu. Selain itu terdapat jenis Frill atau bulu balik dan variannya yang antara lain: Parisian Frill, Paduan Crested Frill, Fiorino, North/South Dutch Frill. Serta jenis-jenis kenari yang jarang atau belum dikenal masyarakat kita seperti Munchener, Japan Hoso dan lain-lain. Dari gambaran jenis-jenis kenari di atas maka dapat ditarik perkataan bahwa jenis kecil akan disilangkan dengan jenis besar, kita sudah dapat membaca jenis apa yang akan disilangkan, mengambil keunggulan ini untuk menutup kelemahan ini, dan lain-lain. Yang menjadi kebingungan saat ini adalah jenis apa yang harus disilangkan? Tentunya hal ini akan terjawab dengan eksperimen, teknik try and error harus dilakukan karena bukankan berbuat salah adalah manusiawi.

Bila kenari kecil hijau disilangkan dengan kenari besar kuning terkadang tidak ditemukan anakan yang berwarna kuning, sehingga dapat dikatakan bahwa kenari hijau tersebut mempunyai gen dominan dan kenari kuning mempunyai gen resesif. Jika anakan F1 ini saling dikawinkan sesama saudara sekandung (inbreeding) maka akan dihasilkan kenari warna kuning, hijau dan bont. Menurut teori Mendel, pada keturunan kedua (F2) ini, anakan kenari akan menyerupai sebagian induknya dan sebagian lagi menunjukkan penampilan yang baru. Secara genetika hasil yang didapat dari inbreeding ini adalah:

-          25% memiliki gen dominan dari kenari hijau

-          25% memiliki gen resesif dari kenari kuning dan menyerupai induknya

-         25% memiliki gen baru bont kuning

-         25% memiliki gen baru bont hijau

Jangka waktu untuk menciptakan strain yang kuat akan didapat pada keturunan kelima atau keenam, sudah tentu peternak diharuskan menyimpan beberapa ekor yang terbaik dan wajib bersabar diri. Pernah saya tulis di edisi sebelumnya teknik berternak American Singer Canary sampai mendapatkan strain yang kuat. Salah satu cara lain untuk mendapatkan adalah sebagai berikut:

redcanary31. Dua pasang kenari kecil dan besar akan menghasilkan keturunan kesatu (F1).

2. Anakan dari 2 pasang tersebut dikawinkan (jantan dan betinanya sebaiknya diambil dari indukan yang berbeda) dan menghasilkan keturunan kedua (F2)..

3. Keturunan kedua (F2) dikawinkan dengan salah satu induk keturunan kesatu (F1), penjodohan ini disebut inbreeding, atau dapat juga dikawinkan dengan sesama keturunan F2, penjodohan ini disebut line breeding. Dihasilkan keturunan ketiga (F3).

4. Keturunan ketiga (F3) dikawinkan dengan salah satu induk keturunan kedua (F2) dan akan menghasilkan keturunan keempat (F4).

5. Keturunan keempat (F4) dikawinkan dengan sesama keturunan keempat atau dikawin balik dengan F3 dan akan menghasilkan keturunan kelima (F5).

6. Keturunan kelima (F5) dikawinkan dengan salah satu induk keturunan keempat (F4) menghasilkan keturunan keenam (F6) yang merupakan fixed strain yaitu strain (jenis) yang mempunyai sifat-sifat permanen dalam hal warna, bentuk bodi, volume.

Dari tulisan di atas sudah pasti peternak dituntuk untuk mempelajari teknik berternak jangka panjang guna mendapatkan fixed strain kenari. Saya harapkan yang dijadikan bahan dalam berternak tidak hanya salah satu jenis kenari saja (misal: Yorkshire) tetapi juga mencoba jenis lain (misal: Border, Crested) dan induk yang lain tidak hanya kenari lokal (Colorbred Canary) tetapi juga mencoba dari jenis yang lain (misal: waterslager, gloster, lizard). Hal ini disebabkan belum tentunya jenis yang dipakai adalah yang terbaik. Satu pedoman dari peternak Belanda untuk saya adalah: Jantan menurunkan Size (Ukuran) dan Betina menurunkan Shape (Bentuk Badan). Tetapi di sana mereka berternak atas dasar bodi, berbeda dengan di sini yang selain bodi juga menginginkan faktor lain seperti volume. Sehingga apabila kita menyilangkan kenari kecil dengan kenari besar, diharapkan bodi atau volume kecil dari kenari jenis kecil akan ditutup dengan keunggulan kenari jenis besar. Demikian pula ketidak-rajinnya kenari besar akan ditutup dengan keunggulan lebih-rajinnya kenari jenis kecil.

Saya mohon kerjasama peternak yang berminat untuk mendapatkan strain yang kuat ini agar dapat berkomunikasi dengan Papburi karena saya yakin para anggota Papburi juga berminat mengikuti proses tersebut. Apabila telah ditemukan kenari fixed strain tidak tertutup kemungkinan Anda berhak memberi nama kenari tersebut karena berarti Anda telah menciptakan JENIS KENARI YANG BARU!!!

Sumber :

oleh om Kian Sing

http://www.kicaumania.org

Kenari: Jogja versus Jakarta

Memilih kenari (KN) dan cara memasternya untuk keperluan lomba di Jogja ternyata harus berbeda dengan cara memilih dan memaster KN untuk keperluan lomba di Jakarta. Kesimpulan itu saya ambil berdasar informasi yang saya serap dari para pemain KN (KN) Jakarta dan pemain KN Jogja mengenai “KN yang bagus” berdasarkan versi mereka masing-masing.Artinya, kalau Om Budimanuk (KM Jogja) mengatakan punya KN bagus, belum tentu KN itu dinilai bagus oleh Om Christ Murdock (KM Jakarta), misalnya. Begitu juga sebaliknya, kalau Om Yoyo (KM Jakarta) bilang punya KN bagus, belum tentu dianggap bagus oleh Om Mac (KM Jogja).Lantas mengapa saya membedakan tren KN hanya berdasar dua tren, Jogja dan Jakarta? Ini sebenarnya untuk memudahkan penyebutan saja. Kedua kota ini menjadi barometer tren KN dengan latar belakang masing-masing.

”Tren Jogja”

Jogja punya tren tersendiri dalam memaster KN karena orang Jogja (yang dimotori Papburi) “lebih mementingkan” lagu/isian. Gaya tarung atau volume memang punya poin tersendiri. Tetapi, meski KN punya volume tembus dan gaya tarung menawan, dia akan mendapat ranking nilai keseluruhan yang rendah kalau tidak punya lagu/isian yang khas (disebut “lagu standar”).Karena itulah orang Jogja sangat getol memaster KN dengan berbagai isian. Juga, karena ingin mendapatkan KN yang bagus dalam “menyanyi”, mereka pun melakukan percobaan untuk mendapatkan KN yang keras volumenya sekaligus memiliki olah vokal sebagai KN song type (tipe penyanyi).KN-KN dengan lagu isian bagus hanya bisa diperbandingkan jika juri benar-benar bisa mendengar secara jelas lagu masing-masing KN. Oleh karena itulah setting lomba Papburi adalah lomba non teriak.Lantas apakah di Jogja dan kota sekitarnya tidak ada lomba KN sekaligus “lomba teriak”? Ya ada. Di sejumlah tempat masih ada lomba KN dengan aturan boleh teriak. Nah, dalam konteks tulisan ini, maka KN yang dipertandingkan di sana tidak saya masukkan sebagai “tren Jogja” tetapi malah pas untuk “tren Jakarta”.Dengan demikian, tren Jogja yang saya maksud adalah tren KN untuk lomba ala Papburi, yang berbeda dengan “tren Jakarta” yang pada akhirnya sering disebut sebagai “tren PBI”, di mana arena lomba dipenuhi teriakan2 menggelora. Memang ada “kelas non teriak” di lomba “ala PBI”, tetapi karena lokasinya berdempetan dengan lokasi “kelas teriak”, maka di kedua arena itu suasananya sama: tidak bisa membedakan KN berdasar lagu/isiannya.

Tren Jakarta

Berbeda dengan di Jogja, KN yang dianggap bagus di Jakarta adalah KN-KN yang mampu “bersuara panjang”. Lagu/ isian memang mendapat poin penilaian juga. Hanya saja, meskipun KN punya lagu/isian bagus, kalau dalam membawakan relatif pendek meskpun berulang, apalagi relatif tidak tembus, maka dia tidak akan mencapai “nilai mentok” maksimal (semua juri memberi nilai 38).“Tren Jakarta” ini bukan tercipta dengan sendirinya. Tren seperti itu “tercipta” oleh kondisi lomba yang membolehkan suporter untuk berteriak-teriak. Dalam kondisi riuh-rendah, KN yang terlihat “kerja” adalah KN yang “terus berkicau”, yang ditandai oleh terdengarnya suara si KN dan/atau ”terlihatnya gerakan paruh atau getaran gondok” di leher KN. Dalam mondisi riuh rendah, tak ada lagi perbedaan bagus-jelek di antara KN ber-lagu bagus dengan ber-lagu standar. KN bagus ala Jakarta, dengan demikian, adalah KN yang terus “terlihat” bernyanyi (tak peduli lagu apa yang dinyanyikan).“Tren Jakarta” inilah yang sekarang merupakan tren umum “KN yang bagus” di berbagai kota.

”Tren kacau” ala Solo

Untuk Solo sendiri bagaimana? Saya lihat, di kota ini berkembang dua tren tersebut secara bersamaan. Pada satu sisi ada penggemar yang suka KN dengan isian/lagu bagus dan lebih suka terjun di lomba Papburi Solo. Namun yang terbanyak tetap penggemar KN untuk lomba-lomba “ala PBI”.Kacaunya, banyak penghobi KN yang memaster burung mereka tanpa tahu maksud dan tujuan pemasteran tersebut. Hanya karena orang lain memaster KN dengan blackthroat (BT) dia ikut-ikutan. Ada yang memaster dengan ciblek, dia pun ikut-ikutan. Begitu seterusnya. Padahal, KN itu sendiri memiliki lagu yang pada dasarya bagus; indah mengalun, naik turun dengan warna suara yang variatif. Jujur saja, saya misalnya, lebih suka suara KN standar ketimbang suara ciblek atau gelatik wingko. Tetapi kalau sudah berbicara soal “bisnis”, lomba,atau harga, maka saya pasti lebih senang punya KN yang punya lagu full ciblek atau full BT, tidak ada lagu KNnya sama sekali. Mengapa? Pasti, KN macam ini akan laku dengan harga tinggi di arena Papburi misalnya.Bagaimana dengan Anda? Kalau Anda masih kacau seperti saya, maka Anda termasuk dalam “tren kacau” ala Solo, hehehehe.

Memilih Kenari berdasar tujuan

Berdasar paparan di atas, sampailah kita pada pertanyaan bagaimana memilih KN yang bagus? Nah untuk memilih KN, tentunya berdasar tujuan kita. Kalau kita pengin mencetak KN tren Jakarta, tidak perlu mencari KN type penyanyi (song type), cukup yang suaranya lantang dan panjang. Sedangkan untuk tren Jogja, kita perlu memilih KN tipe penyanyi. Apa itu KN tipe penyanyi dan non-penyanyi? Untuk masalah ini, ada KMer’s yang lebih ahli seperti Om Ivan, OM Kian Sing atau yang lainnya. Om Ivan pernah memaparkan hal itu secara sekilas dalam acara obrolan di FG I Jogja. Kita tentunya berharap, hal itu muncul dalam paparan panjang di web KM ini

Memaster KN berdasar tujuan

Setelah kita memilih KN berdasar tujuan, maka kita perlu berbicara mengenai masteran untuk KN berdasar tujuan. Kalau kita pengin KN “tren Jakarta”, maka cukuplah KN dimaster dengan ciblek. Nggak perlu dimaster dengan beragam isian yang lagunya cenderung “nekak-nekuk” semacam lagu BT atau sanger. KN akan “gemrobyos bin berkeringat” untuk membawakan lagu BT.Itulah mengapa KN yang dimaster suara-suara tekukan pendek tajam ala BT mudah “ngglender” kalau tidak ditempel masterannya terus-menerus. Sebenarnya isian KN itu tidak hilang, cuma KN malas membawakannya karena “berat” dan relatif tidak cocok dengan karakter suara dia.KN dengan masteran nekak-nekuk ala BT, cenderung akan banyak “ngetem” (diam nggak bunyi) ketika ditrek bareng dengan banyak KN lain. Suara BT tidak cocok dibawakan oleh KN yang berada dalam kondisi sangat emosional seperti itu. Apalagi kalau KN itu berkarakter galak/ganas kepada KN lain, maka alih-alih menyelesaikan lagu BT, dia malah nabrak-nabrak sangkar mau mengejar musuh. “Keganasan” itu akan bertambah-tambah jika ditingkahi oleh suara teriakan suporter macam di arena lomba.Pada saat KN “ngetem”, dia “merekam suara” yang menurut dia “aku banget”. Maka waspadalah setelah itu, kalau tidak lagi ditempel ketat dengan BT, apalagi umurnya masih muda, maka dia akan “kehilangan” suara BT-nya dan jadilah lagunya “ngglender” kembali ke suara “standar”.Jika KN diisi dengan lagu yang “tidak berat” dan hanya berupa tonjolan-tonjolan tertentu (suara satu-satu ciblek, atau suara ciblek yang “ngebren” misalnya), maka dia akan fasih dalam membawakannya karena tidak harus mengeluarkan “lagu berat”. Dengan demikian, napas dia pun akan panjang dan tidak terpurtus-putus.Kebalikan dari hal di atas, jika kita pengin punya KN “tren Jogja”, maka isilah dengan lagu non-KN. Apapun. Semakin unik, semakin tinggi nilainya. Beberapa waktu berselang, BT atau sanger menjadi isian favorit tren Jogja. Tetapi karena semuanya bergerak ke isian BT atau sanger, maka KN dengan isian BT atau sanger sudah menjadi “barang biasa”. Karena itulah, para pemain Jogja mulau mencari alternatif lagu isian yang lain. Apa itu? Ya, tentunya itu merupakan rahasia masing-masing pemain, yang akan segera ketahun dalam beberapa waktu mendatang di arena lomba.

Isian KN perpaduan Jogja-Jakarta

Sampailah kini kita mempertanyakan, lagu/ isian apakah yang cocok dimasterkan ke KN sehingga bisa masuk untuk “tren Jogja” maupun “tren Jakarta” untuk saat ini? Saya belum bisa menjawab Pertanyaan Itu karena saya ”masih hunting” untuk mendapatkan jawabannya. Ada sementara orang mengatakan bahwa lagu/suara Goldfinch (GF) sangat cocok untuk tujuan itu.  Alasannya, tekukan lagu GF terdengar indah tetapi tidak akan berat jika harus dibawakan KN dan karenanya KN pun bisa membawakannya dengan alunan tinggi-rendah dalam rentang waktu yang relatif panjang. Apakah benar demikian?Silakan bereksperimen….Salam,Duto Sri CahyonoCatatan:Terima kasih untuk Om Ivan SmarMastering atas paparan Om dalam obrolan bareng di acara FG I KM di Jogjakarta, 28 Desember 2008 lalu. Paparan Om mempercepat proses saya dalam “merumuskan” kata-kata untuk postingan ini.

Sumber :

Oleh :  Om  Duto    

link :  http://www.kicaumania.org


Profil Pengelola Blog

Tiara Cell

Join Us on Facebook

Chat Yahoo Mesanger

Selamat Datang

Senang bisa bercengkrama dengan Anda melalui dunia maya, senang rasanya hati ini jika anda merasa tercerahkan oleh blog yang sederhana. Lewat blog ini saya ingin memberikan wacana bagaimana sebuah hobi yang jika dikelola dengan baik dan smart akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi Anda dan keluarga Anda.....
Sebelumnya saya mohon maaf jika dalam tulisan yang saya buat terkesan menggurui atau sok tahu, saya tidak bermaksud menggurui Anda.... hanyalah keterbatasan saya dalam memilih atau memilah kata yang kurang tepat sehingga timbul kesan tersebut.

Tips :

Demi kenyamanan anda dalam menjelajahi blog kami, gunakanlah kolom menu Kategori

Recent Comments

didik on Paguyuban Peternak Kenari
erni sulistiani on Semua Akan Indah Pada Akhirnya…
erni sulistiani on Side Job
tyo on Pemeliharaan Kaki Kenari
tyo on Pemeliharaan Kaki Kenari

Blog Stats

  • 2,197,546 hits

Ingin Berlangganan Artikel


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 166 other followers